BLOG

The Insight Updates on Everything Bali Top Optical 

Mewaspadai Efek Sinar Ultraviolet Terhadap Mata!

Istilah sinar UV (UltraViolet) memang tidak asing lagi dan telah banyak penjelasan dari dampak sinar ultraviolet terhadap kulit, seperti kulit kering, kusam, dan menimbulkan flek hitam dimuka. Rupanya, mata juga bagian organ tubuh yang terpapar sinar ultraviolet. Apakah memiliki efek tidak baik bagi mata Anda?

Dalam jangka panjang, sinar ini memicu benih katarak. Sinar UV B seperti halnya gelombang electromagnetik lain menyebabkan denaturasi protein dan menyebabkan efek peng-ion atau ionisasi. Lensa mata tadinya berwarna bening seperti kaca dapat memutih. Hal ini dapat mengaburkan pandangan terhadap objek. Lalu, susunan molekul lensa asli berubah jadi molekul degeneratif. Terhadap retina, UV B berpotensi merusak makula. Makula adalah titik fokus dari penglihatan. Makula, bagian dari retina yang memungkinkan Anda melihat detail-detail halus pada objek pandang. Intensitas penyerapan cahaya di wilayah ini cukup tinggi.Jika makula terpapar UV B dalam jangka panjang, dapat mengalami gangguan regenerasi sel dan fungsi. Selain itu, UV B mengancam sel pigmen epitel pada indra penglihatan. Jika mata kita ibarat kantor, maka sel pigmen epitel itu petugas cleaning service. Sel pigmen epitel disebut tukang bersih-besih bagi organ mata keseluruhan. Ia membersihkan hasil metabolisme sel-sel kerucut (sel-sel penerima sinar di dalam retina mata yang bertanggung jawab terhadap penglihatan warna-red). Sisa metabolisme ini dibawa keluar sel pigmen epitel. Sadar bahwa mata juga diincar sinar UV, lensa kacamata generasi mutakhir mulai membekali diri dengan Eye-Sun Protection Factor (Eye-SPF).

Loading...